Sabtu, 01 Februari 2014

Saat Anak Terlibat Perkelahian, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Assalamualaikum :)

Pastinya sebagai pendidik, entah itu guru ataupun orangtua sering memikirkan pertanyaan ini, karena apa yang kita lakukan akan sangat berpengaruh terhadap anak. dalam hal ini setiap aspek kemungkinan  harus kita pertimbangkan agar dapat menghasilkan keputusan yang adil untuk kedua belah pihak, kita tidak ingin ada satu pihak setelah semua permasalahan selesai masih memendam dendam atau keinginan untuk mengadakan perkelahian ulang, mau tak mau pendidik diharuskan menjadi Hakim dalam hal ini. Saat saya dihadapkan dengan persoalan seperti ini, akan saya buat sebuah " NGANCIL" yang artinya Persidangan Kecil , dengan membawa kedua anak yang terlibat perkelahian tersebut dan saksi saksi yang menyaksikan perkelahian tersebut dan benar benar tahu tentang apa yang terjadi hingga perkelahian dimulai.






" NGANCIL " (Persidangan Kecil) 
Peraturan dalam mengadakan sidang ini: 


  • Dilakukan didalam ruang tertutup dengan peserta terbatas. 
  • kedua anak diminta tenang terlebih dahulu, jika belum tenang maka sidang belum dapat dilakukan
  • Sebelum ditentukan siapa yang bersalah kedua duanya masih dianggap bersalah, tak ada yang benar atau salah.
  • Suasana dibuat ringan tanpa ada perasaan tertekan sedikitpun..
  • Kedua anak diminta untuk memberikan kesaksiannya masing masing, saat anak yang pertama berbicara anak yang kedua tidak diperbolehkan memotong pembicaraan jika tidak diizinkan.
  • Saksi dibawa satu persatu untuk menguatkan bukti bukti yang ada.
  • Para saksi diminta unntuk tidak mengambil pihak dan menceritakan kisahnya sedetail detailnya..
  • Tak ada yang namanya asumsi ( tak ada anak bawang, tak ada anak yang diemaskan atau sebagainya) karena terkadang kita terlalu mengambil keputusan cepat hanya dikarenakan anak tersebut terkenal bandel maka kita langsung mengejudge bahwa anak tersebutlah yang bersalah atau malah hanya karena kita ingin masalah ini cepat selesai.
  • Setelah semua selesai, hasil persidangan segera diberitahukan kepada kedua belah pihak tanpa ada penundaan yang lama.
  • Setelah ditentukan siapa yang bersalah, maka anak tersebut harus langsung diminta untuk meminta maaf kepada sang anak yang menjadi korban.
  • Sebelum dilanjutkan jangan lupa untuk menekankan tentang pentingnya rasa saling Ikhlas dan Saling Memaafkan Setelah permintaan maaf selesai, lalu tanyakan kepada anak yang menjadi korban apakah permintaan maaf cukup dan tak ada lagi dendam yang dia simpan, jika iya persidangan bisa dihentikan disini dengan kedua anak diminta untuk berpelukan ( jika mukhrim ) namun akan ada saatnya dimana anak yang menjadi korban tidak merasa puas jika hanya dengan permintaan maaf, jika itu terjadi maka keputusan akan diambil oleh yang menjadi korban dan tugas kita hanya mengawasi dan mencegah keputusan yang tidak adil.
  • Setelah kedua belah pihak telah menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi masalah atau tidak merasakan lagi sisa permasalahan dan dendam dalam hati maka persidangan dapat dinyatakan selesai.

Inilah saat saat dimana anak dapat mempelajari bagaimana cara untuk menjadi adil. Berikan anak kesempatan untuk menjadi pihak hakim dalam hal ini agar ia mempelajari bagaimana cara untuk tidak memihak sebelum kita tahu tentang kebenarannya, bagaimana cara mengambil keputusan, selalu menimbang semua  aspek sebelum keputusan diambil, namun jangan lupa untuk tetap dampingi ia dan bantu ia dalam kesulitan mengambil keputusan. 

Catatan :
- Jika anak anak yang bersangkutan selalu saja mengulang perkelahian mereka maka yang terbaik dapat kita lakukan adalah memberikan mereka waktu lebih untuk mengenal satu sama lain dengan memberikan mereka hukuman untuk selalu mengerjakan semua pekerjaan sekolah berdua. kebanyakan dari mereka hanya mengambil asumsi bahwa mereka satu sama lain memiliki perilaku yang buruk atau yang tidak kita sukai.
sekian dari saya, semoga ini bermanfaat :)


Wassalam




Tidak ada komentar:

Posting Komentar